Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Lokasi Pra-Muktamar Zona Sumatera

Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, Mulai Buka Pendaftaran Santri Baru
27 September 2016
64 Santri Al Kautsar Angkatan Ke-22 Diwisuda
27 September 2016

Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Lokasi Pra-Muktamar Zona Sumatera

Rangkaian kegiatan Pra-Muktamar NU ke-4 zona Sumatera berlangsung di Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar bertema ‘Kedaulatan dan Pemerataan Ekonomi (Konsep dan Perundang-Undangan)’. Pesantren yang berdiri sejak 1985 atau 30 tahun lalu ini terletak Jl Pelajar Timur No 264 Medan, Sumatera Utara.<>

Pesantren yang diasuh oleh KH Syech Ali Akbar Marbun ini mempunyai 700-an santri aktif dan telah meluluskan santri sebanyak 23 angkatan sejak pertama kali berdiri.

“Secara sistem, kami menganut pondok modern. Tetapi dalam proses pengajaran dan pendidikan, kami menerapkan sistem salafiyah,” ujar salah satu pengurus pesantren, Ustadz Muhyiddin saat ditemui NU Online, Sabtu (16/5) siang di kantornya.

Menurutnya, dengan kolaborasi dua sistem tersebut, akan berdampak pada kualitas santri dan lulusannya. Santri tidak hanya dibekali ilmu-ilmu umum, tetapi juga mengkaji kitab-kitab karya ulama klasik secara aktif.

Muhyiddin menerangkan, tentu selain menerapkan kurikulum Kemdikbud dan Kemenag, pesantren ini tetap mengutamakan kurikulum pesantren dengan mengkaji berbagai kitab klasik seperti, Tafsir, Hadits, Fiqih, Tasawuf, Akhlaq, Tauhid, Nahwu, Shorof, Balaghoh, dan lain-lain.

Dengan berlandaskan akidah Ahlussunah wal Jama’ah, imbuhnya, pesantren ini berupaya mencetak generasi muda NU dengan karakter ke-NU-an yang kuat.

“Santri kami tersebar dari berbagai wilayah, khususnya Sumatera bagian Utara, diantaranya dari Aceh, Riau, Lhouksemawe, Kepulauan Riau, serta sebagian juga ada yang berasal dari pulau Jawa,” ujar pria asli Malang, Jawa Timur ini.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menarik, pesantren ini sering mengadakan belajar-mengajar di alam terbuka mengingat luas dan asrinya lingkungan pondok. Diantara kegiatan yang seringa diadakan di alam terbuka yaitu praktik bahasa Arab dan Inggris.

“Kami menerapkan sistem pendidikan pesantren selama 6 tahun. Jadi jika seorang anak hanya mencapai 3 tahun di sini, belum dikatakan sebagai alumni pondok pesantren, ya hanya lulusan tsanawiyah al-Kautsar saja,” tukas lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala MA al-Kautsar ini.

Dalam kegiatan ini, dipastikan Sabtu (16/5) malam nanti, Marwan Ja’far sebagai Menteri Desa PDTT akan menyampaikan sambutannya sebelum acara resmi dibuka oleh Ketua Umum PBNU, Ahad (17/5) paginya. Sejumlah tokoh lainnya seperti Rais Aam PBNU, KH A Mustofa Bisri, Menristek Dikti, M Nasir, dan lainnya juga dijadwalkan hadir.

Pra-Muktamar ini juga akan dihadiri oleh kurang lebih 2500 warga nahdliyin dan pengurus NU dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau.  (Fathoni)